Notulen adalah sebutan tentang perjalanan suatu kegiatan baik rapat, seminar, diskusi, atau sidang yang dimulai dari pembukaan, pembahasan masalah, sampai dengan pengambilan keputusan, serta penutupan.
Notulis adalah orang yang mampu meyimak, dan menulis serta mencatat
hasil dari jalannya diskusi dari mulai awal hingga akhir acara.
Notula adalah catatan singkat mengenai jalannya persidagan (rapat) serta hal yang dibicarakan dan diputuskan.
Isi Notula rapat :
- Judul notula beserta nama organisasi atau unit organisasi yang menyelenggarakan rapat.
- Hari, tanggal, tempat serta waktu dimulai dan berakhirnya rapat.
- Pemimpin rapat
- Sifat rapat.
- Nama peserta baik peserta yang hadir maupun yang tidak hadir.
- Penyempurnaan notula rapat sebelumnya dan pengesahannya.
- Susunan Acara rapat /agenda rapat (tulis secara berurutan)
- Jalannya rapat (pembukaan sampai dengan penutup)
- Ringkasan jalannya rapat.
- Hasil rapat.
- Hal-hal yang dibicarakan dalam rapat.
- Tempat, tanggal, bulan dan tahun pembuatan
- Catatan khusus.
- Dan lainnya.
Rabu, 06 September 2017
Minggu, 03 September 2017
Mengenal Humas & Definisinya - Konsep Dasar Public Relations
MENGENAL HUMAS & DEFINISINYA
KONSEP DASAR PUBLIC RELATIONS
KONSEP DASAR PUBLIC RELATIONS
Humas Adalah - Bagi sebagian masyarakat kegiatan humas mungkin hanya merupakan kegiatan yang konteksnya menyebarkan informasi kepada publik atau khalayak. Namun tidak, sekarang Profesi humas / Public Relations konteksnya sangat luas dan memiliki posisi tersendiri di Perusahaan / Organisasi
PENGERTIAN PUBLIC RELATIONS / HUMAS
Public Relations secara harfiah adalah gabungan dari dua buah kata yaitu “public” dan “relations”. Public adalah salah satu kelompok dalam masyarakat dimana di dalam masyarakat yang sifatnya heterogen terdapat sekelompok orang yang sifatnya homogen. Yang homogen inilah yang dapat dikategorikan sebagai “publik”. Kata publik secara universal yaitu sekelompok orang yang mempunyai minat dan perhatian yang sama terhadap sesuatu hal.
Pengertian Relations Dalam bahasa indonesia kata relation diterjemahkan sebagai ‘hubungan’ tetapi dalam kaitannya dengan PR, relations yang dimaksud adalah jamak. Dari pengertian kata relations’ di atas, maka jelaslah bahwa hubungan yang dilakukan dalam kegiatan PR adalah banyak. Dalam arti kata kegiatan PR pada pelaksanaannya melibatkan berbagai macam hubungan, jadi tidak hanya dalam satu macam hubungan.
Definisi PR menurut Institute of Public Relations (IPR)
“Public Relations (PR) adalah keseluruhan upaya yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik (good-will) dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya.”
Analisis :
- ‘upaya yang terencana dan berkesinambungan’ Berarti bahwa PR adalah suatu rangkaian kegiatan yang diorganisasikan sebagai suatu rangkaian kampanye atau program terpadu, dan semuanya ini berlangsung secara berkesinambungan dan teratur. Jadi, PR sama sekali bukanlah kegiatan yang sifatnya sembarangan atau dadakan.
- tujuan utamanya adalah ‘menciptakan & memelihara saling pengertian’ . Maksudnya adalah untuk memastikan bahwa organisasi tersebut senantiasa dimengerti oleh pihak-pihak lain yang turut berkepentingan. Selain itu, organisasi juga harus memahami setiap kelompok atau individu yang terlibat dengannya.
Definisi PR menurut Frank Jefkins
“PR adalah semua bentuk komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan saling pengertian”
Cutlip, Center and Broom mendefinisikan PR adalah sebagai berikut :
Definisi PR menurut International Public Relations Association (IPRA)
“PR adalah fungsi manajemen dari ciri yang terencana dan berkelanjutan melalui organisasi dan lembaga swasta atau publik (umum) untuk memperoleh pengertian, simpati dan dukungan dengan penelitian opini publik di antara mereka. Untuk mengaitkanya sedapat mungkin kebijaksanaan dan prosedur yang mereka pakai untuk melakukan hal itu direncanakan dan disebarkanlah informasi yang lebih produktif dan pemenuhan keinginan bersama yang lebih efisien”
Definisi tersebut dengan tegas menunjukkan bahwa PR adalah fungsi manajemen, menegaskan bahwa komunikasi dalam kegiatan PR sangat penting. Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi 2 arah dari organisasi ke publiknya, dari publik ke organisasi secara timbal balik, dengan memperhatikan opini publik sebagai efeknya, baik yang terdapat pada publik internal maupun publik eksternal. Komunikasi yang sehat dan etis didasarkan atas penelitian yang seksama
Dari berbagai konsep PR di atas, maka dapat ditarik konsep untuk memahami dan mengevaluasi berbagai opini publik atau publik yang berkembang terhadap organisasi/ perusahaan,
maka :
Dalam kegiatannya : PR memberi masukan dan nasihat terhadap berbagai kebijakan manajemen yang berhubungan dengan opini atau isu publik yang ditimbulkan.
Dalam Pelaksanaannya : PR menggunakan komunikasi untuk memberitahu, mempengaruhi dan Mengubah pengetahuan, sikap dan perilaku publik sasarannya
Tujuan utama PR pada intinya adalah :membangun kredibilitas dan membangkitkan motivasi bagi stakeholder perusahaan guna meminimalkan biaya pengeluaran proses transfer komunikasi.
Tujuan kegiatan PR dapat dikelompokkan menjadi :
- Performance Objective
PR merupakan kegiatan-kegiatan komunikasi yang mempresentasikan citra perusahaan kepada publiknya, melaksanakan serangkaian kegiatan untuk membentuk dan memperkaya identitas, serta citra perusahaan di matastakeholder. - Support of Customer Market Objective
kegiatan PR dapat digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan yang timbul sehubungan dengan kegiatan komunikasi yang dilaksanakan oleh perusahaan dengan menitikberatkan pembahasan pada identifikasi tingkat kesadaran konsumen, sikap, dan persepsi konsumen terhadap produk dan layanan yang ditawarkan perusahaan
TUJUAN PUBLIC RELATIONS
Menciptakan Pemahaman Antara Perusahaan Dengan Publiknya
Tujuan kegiatan PR pertama kali adalah berupaya menciptakan saling pengertian antara perusahaan dengan publiknya. Melalui kegiatan komunikasi diharapkan terjadi kondisi kecukupan informasi antara perusahaan dengan publiknya. Perusahaan harus mampu memahami kondisi nyata publiknya. Public Relations harus memulai aktivitasnya dengan bertanya“siapa publik saya?; apakah publik saya mengenal saya?; bagaimana persepsi publik tentang saya?; apa yang belum diketahui publik tentang saya?; apa yang saya lakukan?; bagaimana saya melakukannya?; bagaimana saya berbeda dengan pesaing?; dsb.
Publik harus mempunyai informasi yang cukup tentang perusahaan misalnya, “apa yang telah atau sedang atau akan dilakukan oleh perusahaannya?; produk apa yang dihasilkan perusahaan? Apakan perusahaan punya komitmen untuk mendukung kepentingan publik?”
Membangun citra corporate(Corporate image)
Citra merupakan gambaran yang ada dalam benak publik tentang perusahaan. Citra adalah persepsi publik tentang perusahaan yang menyangkut pelayanannya, kualitas produk, budaya perusahaan, perilaku perusahaan atau perilaku individu - individu dalam perusahaan dan lainnya.
Dengan kata lain citra korporat adalah citra keseluruhan yang dibangun dari semua komponen perusahaan seperti : kualitas produk, keberhasilan ekspor, kesehatan keuangan, perilaku karyawan, tanggung jawab sosial terhadap lingkungan atau pengalaman konsumen yang menyenang atau menyedihkan tentang pelayanan perusahaan.
Karena keseluruhan komponen perusahaan berpotensi menciptakan citra maka kegiatan PR dapat bersifat :
- PR sebagai metode komunikasi, yaitu kegiatan PR yang dilakukan melalui divisi PR. Perusahaan mempunyai divisi khusus PR dengan berbagai macam program kegiatan yang dirancang secara sistematis dan terencana serta dipimpin oleh seorang manager PR.
- PR sebagai teknik komunikasi, yaitu segala perilaku anggota organisasi berpotensi mempengaruhi citra tertentu di mata publik. Di sini berlaku prinsip “every body is a PR” setiap orang adalah PR bagi dirinya sendiri dan perusahaan tempat dia bekerja.
Membentuk opini yang favourable
Sikap publik terhadap perusahaan bila diekspresikan disebut opini publik. Jadi opini publik merupakan ekspresi publik mengenai persepsi dan sikapnya terhadap perusahaan. Dalam kaitan ini, PR dituntut memelihara komunikasi persuasif yang ditujukan untuk :
- Menjaga opini yang mendukung
- Menciptakan opini yang masih tersembunyi atau yang belumdiekspresikan
- Menetralkan opini yang negatif.
Membentuk goodwill & kerjasama
Pada tahap ini, tujuan PR sudah pada tahap tindakan nyata. Artinya sudah tercipta jalinan kerja sama dalam bentuk perilaku tertentu yang mendukung keberhasilan perusahaan. Dalam tahap ini diharapkan publik secara nyata mendukung program-program perusahaan. Misalnya publik turut serta dalam menyukseskan kampanye PR atau tetap loyal menkonsumsi produk perusahaan.
Goodwill dan kerja sama dapat terwujud karena ada inisiatif yang dilakukan berulang-ulang oleh PR perusahaan untuk menanamkan saling pengertian dan kepercayaan kepada publiknya. Tujuan menciptakan kerja sama berarti membantu perusahaan dan publik untuk saling beradaptasi satu sama lain. PR adalah upaya-upaya perusahaan untuk menciptakan kerja sama dengan kelompok-kelompok masyarakat.
CONTOH NOTULEN RAPAT KANTOR,SEKOLAH ,ORGANISASI&DISKUSI
Susunan Notulen Rapat Lengkap dengan Contohnya

Perlu kalian tahu juga bahwa notulen merupakan naskah dinas yang dibuat untuk catatan suatu kegiatan dimulai dari pembukaan, perumusan masalah, pengambilan keputusan, dan penutupan.
Isi dari notulen antara lain:
- Tujuan kegiatan itu dilakukan
- Pikiran yang hendak dibahas dalam suatu kegiatan
- Saran serta keputusan kegiatan
- Waktu pelaksanaan kegiatan
- Pihak yang menghadiri kegiatan
Notulen memiliki susunan seperti:
Kepala Notulen
Adalah bagian yang pertama dan harus diingat ketikan menulis. Kepala notulen terdiri dari : tema yang akan dibahas, hari dan tanggal pelaksanaan, waktu pelaksanaan, tempat, acara, dan unsur yang ada dalam acara (ketua dan wakil, sekretaris, notulis, dan peserta).
Isi Notulen
Yaitu bagian yang berisi hal-hal penting dalam acara atau kegiatan yang dilaksanakan.Dibuatnya isi notulen bertujuan untuk membedakan susunan sistematis dalam notulen. Isinya antara lain seperti: kata pembukaan, pembahasan, pembacaan hasil keputusan, waktu penutupan.
Bagian Akhir Notulen
Bagian akhir dari notulen berisi penjelasan mengenai hal yang ada pada akhir penulisan notulen.Akan tetapi letaknya di akhir, dan kedudukannya sangat penting. Susunan dari bagian akhir notulen yaitu: nama jabatan, tanda tangan, dan nama pejabat, pangkat, dan NIP.
Penandatanganan
Penandatanganan notulen adalah kumpulan tanda tangan yang dianggap penting karena merupakan bentuk dari pertanggungjawaban pelaksanaan acara. Notulen ditanda tangani oleh ketua, wakil ketua, notula, dan sekretaris yang dibuat di kertas folio menggunakan kop naskah dinasyang bersangkutan.
Adapun contoh notulen rapat kantor, sekolah, organisasi, & diskusi yang bisa kalian baca yaitu:
Notulen Rapat Organisasi

Contoh Notulen Unit Kegiatan Mahasiswa
Rapat Persiapan Pensi Menyambut Dies Natalis Universitas
Hari, Tanggal, dan Tempat : Rabu, 09 November 2016
Waktu : 09.00-11.00
Materi Rapat : Persiapan Pensi Menyambut Dies Natalis Universitas
Rapat persiapan pensi menyambut Dies Natalis Universitas akan dihadiri oleh :
Pimpinan : Bangkit Setyo Wibowo (Ketua UKM)
Rapat Notulis :Faisal Muhammad
Peserta :15 orang
Terdiri atas:-
Tidak hadir:-
Pelaksanaan Rapat :
Kegiatan Pembukaan :
- Acara Pembukaan Kegiatan Rapat dibuka oleh Ketua UKM
- Sambutan Rektorat
- Dalam sambutan Rektorat menyarankan supaya Panitia Pelaksana Kegiatan terdiri atas perwakilan setiap jurusan.
- Pengisi acara pensi dies natalisakan lebih baik terdiri dari UKM setiap fakultas.
Acara Inti:
Pembentukan Panitia Pelaksana
Memperhatikan dari arahan yang diberikan oleh Rektorat, maka panitia pelaksana acara pensi dies natalis universitas yaitu:
Ketua :Mira Lesmana
Sekretaris : Tri Yuni Astuti
Bendahara :Nurul Hidayah
Seksi acara :Heru Muhammad, dibantu oleh beberapa orang:
- Widya Lestari
- Puji Dwi Lestari
- Mega Situmorang
- Rodhiyah
- Morgan Hutapea
- Suci Lestari
- Shanindya Yumna
Pelaksanaan Acara :
- Persiapan pensi 25-29 November 2016
- Rapat kepanitianaan 30 November 2016
- Pelaksanaan Kegiatan Pensi 2 Oktober
Penutup
Kegiatan rapat ditutup oleh Ketua UKM selaku pimpinan rapat pada pukul 11.00 WIB.
ttd
Notulis,
Notulen Rapat Kantor
Agenda Rapat : Membahas Peningkatan Kinerja Karyawan
Hari/Tanggal : 12 Oktober 2013
Pukul : 10.00 WIB
Tempat : Ruang Rapat Kantor
Pemimpin Rapat : Pak Syuhaeri selaku Direktur Kantor
Notulen Rapat : Sri Martini
NotulensiRapat : Cara meningkatkan kinerja karyawan yaitu dengan cara memotivasi karyawan supaya bekerja lebih giat lagi. Selain itu juga dengan meningkatkan fasilitas kantor supaya karyawan yang bekerja bisa betah, dengan begitu kinerjanya akan lebih baik.
Notulen Rapat Kantor PHK
Agenda Rapat : Pemutusan Hubungan Kerja Karyawan
Pukul : 14.00 WIB
Tempat : Ruang Rapat
Pemimpin Rapat : Direktur Utama PT SENTOSA
Notulen : Kusuma Wardhani
NotulensiRapat : pemutusan hubungan kerja (PHK) yang akan dilakukan PT SENTOSA dilakukan terkait adanya krisis ekonomi yang sedang melanda Indonesia saat ini. Karena itu, PHK dilakukan agar perusahaan tetap berjalan, dan karyawan yang di PHK akan diberikan pesangon sesuai dengan jabatannya masing-masing.
Contoh Notulen Rapat Sekolah

pixabay.com
Notula Rapat OSIS
SMK 1 Pamanahan
Hari & tanggal : Senin, 31 Oktober 2014
Waktu : 12.00-13.00 WIB
Tempat : Ruang OSIS SMK 1 Pamanahan
Materi Rapat : Rencana Penyelenggaraan Pentas Budaya
Pimpinan Rapat :Syeila Margaret (Ketua OSIS)
Notulis :Shofia Magdalena
Jumlah peserta yang hadir : 20 orang
Tidak hadir : –
Susunan acara :
- Pembukaan
- Pembahasan
- Penutup
Pokok Pembahasan :
- Tujuan diadakan pentas budaya
- Waktu pelaksanaan pentas budaya
- Peserta pentas
- Biaya pelaksanaan pentas
- Pembuka acara
- Pembentukan panitia pentas
Hasil pembahasan :
- Kegiatan pentas budaya bertujuan untuk melestarikan budaya Indonesia
- Kegiatan pentas budaya akan dilaksanakan pada 12 November 2014
- Peserta pentas budaya adalah siswa siswi SMK 1 Pamanahan
- Biaya pelaksanaan kegiatan berasal dari anggaran OSIS dan sponsor
- Pembuka acara pentas budaya adalah Kepala SMK 1 Pamanahan
- Panitia pelaksanaan pentas budaya diketuai oleh IkhsanArkanul Arifin
Bandung, 10 Oktober 2014
Ketua notulis
Syeila Margaret Shofia Magdalena
Contoh Notulen Diskusi

pixabay.com
Agenda Diskusi : Membahas Kerja Kelompok
Hari/Tanggal : 11 Juli 2011
Pukul :09.00 WIB
Tempat : Gazebo Pelita Jaya
Pemimpin Diskusi :Nadia selaku ketua kelompok
Notulen Rapat : Putik Diah Lestari
NotulensiRapat :kerja kelompok akan mengadakan kegiatan ke PT. Tambi untuk melaksanakan survei mengenai faktor produksi dalam pembuatan Teh Tambi. Kemudian hasil survei tersebut akan dibuat menjadi laporan kelompok dan diserahkan kepada guru pembimbing pelajaran ekonomi.
Minggu, 20 Agustus 2017
PERBEDAAN PUBLIC RELATIONS ADVERTISING DAN PUBLIC RELATIONS MARKETING
Perbedaan Antara Humas/PR, Pemasaran dan Periklanan
PERBEDAAN ANTARA HUMAS/PR, PEMASARAN DAN PERIKLANAN
Bagi sebagian orang mungkin masih sukar membedakan antara Humas (PR), Pemasaran (Marketing) dan juga Periklanan (Advertising) kita kadang suka keliru bahkan tertukar saat menyumpulkanya bahkan ada
juga yang menyebut mereka itu sama, padahal tidak. Antara Public Relations, Marketing dan Advertising ini jelas beda dari segi tujuan maupun kegiatan - kegiatan yang dijalankan. Kali ini Dunia Public Relations akan mebahas mengenai ketiganya dan untuk selengkapnya silahkan teman-teman simak.
Public Relations merupakan suatu fungsi strategi dalam manajemen yang melakukan komunikasi untuk menimbulkan pemahaman dan penerimaan dari publik. Dalam proses penerimaan publik ini, perusahaan perlu memperhatikan hubungan yang harmonis dengan masyarakatnya, seperti terbuka, jujur, fair, konsisten, dan tidak mengasingkan diri.
Namun, pekerjaan yang paling sulit adalah memisahkan Public Relations dari berbagai fungsi yang overlapping di dalam perusahaan.Seringkali orang sulit membedakan fungsi PR dengan Pemasaran dan Advertising.
MEMBEDAKAN HUMAS DENGAN PERIKLANAN
PR dan periklanan merupakan fungsi yang berbeda dan saling melengkapi dalam kegiatan pemasaran. Dalam tahap-tahap awal pengenalan suatu produk/jasa, fungsi PR akan lebih menonjol, sedangkan pada tahap-tahap akhir menjelang konsumen mengambil sikap atau keputusan tentang produk atau jasanya tersebut, fungsi periklanan akan lebih berperan. Berkaitan dengan hal tersebut, Jefkins (2004) membedakanPR dengan periklanan melalui analisanya sebagai berikut :
Definisi Periklanan
Menurut Institute of Practicioners in Advertising (IPA) Inggris : “ Periklanan mengupayakan suatu pesan penjualan yang sepersuasif mungkin kepada calon pembeli yang paling tepat atas suatu produk atau jasa tertentu dengan biaya yang semurahmurahnya”. Ini jelas berbeda dengan PR yang menekankan pada pemberian informasi, pendidikan, dan penciptaan pemahaman melalui pengetahuan.Perbedaan humas dengan periklanan
Perbedaan pokok antara PR dan periklanan
- PR bukan salah satu bentuk periklanan. Karena PR merangkum kegiatan-kegiatan yang jauh lebih luas daripada kegiatan periklanan.
- PR menyangkut seluruh komunikasi yang berlangsung pada sebuah organisasi, sedangkan periklanan terbatas pada fungsi pemasaran saja.
- Periklanan mungkin tidak dilaksanakan oleh semua organisasi, namun organisasi manapun tidak dapat lepas dari PR. Karena PR mecakup keseluruhan komunikasi dalam organisasi, sementara iklan terbatas pada hal-hal yang berkaitan dengan fungsi penjualan an pembelian.
- Tulisan-tulisan PR (dan berbagai bentuk isi dari komunikasi kreatif humas lainnya seperti jurnal internal dan kaset video tentang organisasinya) harus sepenuhnya faktual & informatif, serta tidak boleh melebih-lebihkan seperti yang kita temui pada tulisantulisan iklan.
- Untuk menjamin kredibilitas, kegiatan-kegiatan humas haruslah bersifat edukatif, jauh dari nuansa emosional/ dramatik dan menghindari memuji diri sendiri. Oleh karena itu, penulisan naskah PR memerlukan keterampilan yang berbeda dari yang dituntut oleh naskah iklan.
- Humas juga dipakai dalam organisasi yang tidak terlibat dalam bidang periklanan. Misalnya dinas kepolisian tidak mengiklankan pengamanan , namun mereka senantiasa melakukan kegiatankegiatan kehumasan agar seluruh anggota masyarakat mengetahu keberadaan fungsinya.
- Media yang digunakan berlainan. Yang paling banyak digunakan oleh iklan hanyalah media-media komersial yang ada, seperti pers, radio dan televisi, sedangkan PR memakai media komersial yang jauh lebih beragam, bahkan bisa ditambah lagi dengan media yng diciptakannya sendiri seperti jurnal internal, slide, video, pameran tentang perusahaan, seminar dan lain-lain.
- Sasaran utama kegiatan iklan adalah membujuk orang-orang supaya melakukan sejumlah tindakan yang diinginkan seperti mendatangi toko, dll. Sedangkan PR tidak berniat mendorong orang lain melakukan sesuatu, melainan bertujuan menciptakan saling pengertian di antara segenap khalayaknya mengenai kedudukan perusahaan yang tepat, tentang produk / jasanya
MEMBEDAKAN HUMAS DENGAN PEMASARAN
Definisi Pemasaran
Menurut Chartered Institute of Marketing (CIM) Inggris, “Pemasaran adalah suatu proses manajemen yang bertanggung jawab untuk mengenali, mengantisipasi, dan memuaskan keinginan atau kebutuhan pembeli demi meraih laba”. Dalam prakteknya, pekerjaan bagian pemasaran meliputi antara lain melakukan penelitian, mendesain produk, mengemas produk, menentukan harga, melakukan promosi dan distribusi produk.Sementara itu, fungsi dari Public Relations adalah untuk mendukung kinerja pemasaran, terutama untuk menciptakan kebutuhan konsumen sebelum produk tersebut diluncurkan. Menurut Thomas L. Harris, Public Relations bisa mengenalkan produk baru sebelum iklan diluncurkan. PR bisa menciptakan kebutuhan konsumen terlebih dahulu.
Contoh :
Toyota-Astra melakukan kampanye PR secara terselubungmengenai tren mobil keluarga masa depan. Dalam kampanye tersebut, marketing PR PT Toyota melakukan edukasi pasar bahwa mobil keluarga masa depan tidak berbentuk kotak, tetapi penuh dengan lekukan dinamis menyerupai elips.
Edukasi pasar ini sangat luar biasa karena dalam waktu setahun telah mampu mengedukasi konsumen bahwa mobil keluarga masa depan adalah mobil yang memiliki bentuk aerodinamis. Itulah sebabnya, begitu kijang baru diluncurkan pada tahun 1996, permintaan konsumen langsung melesat hingga untuk setia pemesanan harus menunggu selama 6 bulan.
Dengan demikian, jelaslah bahwa PR merencanakan dan menjalankan program komunikasinya untuk mendukung pemasaran. Dalam hal ini PR mengenalkan barang/jasa atau perusahaan kepada masyarakat dan melakukan pula informasi serta edukasi kepada pasar yang berkaitan dengan produk dan perusahaan yang dipasarkannya
KETERKAITAN HUMAS PERIKLANAN DAN PEMASARAN
PR dan pemasaran sesungguhnya mencakup keseluruhan proses perencanaan, implementasi, dan evaluasi program-program komunikasi pemasaran sebagai ‘penghubung’ perusahaan dengan konsumen serta masyarakat luas. Sekaligus sebagai bagian dari strategi pemasaran dan strategi perusahaan secara keseluruhan.
Keterkaitan PR dengan Pemasaran & Periklanan Public Relations dan kaitannya dengan Pemasaran sangat penting terkait dengan hal-hal berikut :
- Membangun brand awareness (kesadaran produk)
- Membangun brand knowledge (pengetahuan produk)
- Future Market
- Mendidik konsumen dan masyarakat mengenai manfaat produk atau jasa yang ditawarkan.
Arti penting PR itu sendiri terletak pada kemampuannya dalam menunjang pendidikan pasar, yakni dengan menjadikan khalayak mengetahui keberadaan dan kegunaan produk-produk dari perusahaan yang bersangkutan.
Ilustrasi Perbedan Antara Humas dan Periklanan
Contoh akivitas pr dalam menunjang pemasaran dengan mengadakan pameran
" Perbedaan Antara Humas/PR, Pemasaran dan Periklanan "
Langganan:
Komentar (Atom)